Magang Begin!

3 Apr

Ya ya i know, call me a lucky bastard

Fiuh. Semester ini mata kuliah Jurnalisme Penyiaran mewajibkan mahasiswanya untuk melakukan magang di stasiun tv/radio selama minimal 1 bulan. Pada awalnya aku masih santai-santai saja, seolah-olah tak terjadi apa-apa. Ternyata oh ternyata, anak-anak lain sudah bergerak mengajukan surat permohonan magang sejak pertemuan pertama! Sementara aku ditinggal sendiri merana tak tahu harus magang di mana… *lebay*

Minggu kemarin, aku sudah menggantungkan mimpiku untuk dapat magang di RRI Jogja. Ke sana tanya-tanya sih sudah. Duh, tapi rupanya aku kalah cepat dengan 5 orang lainnya yang sudah memasukkan surat magang T.T Rasanya kecewa berat waktu itu. Oh ini toh rasanya ditolak…

Tak mau terus dirundung kesedihan, aku putuskan untuk move on ke KR Radio Jogja. Kata teman-teman di sana harus bayar satu bulan 200ribu. Ah, pikirku, tak apalah sekali-kali daripada aku harus bingung cari radio lain. Dengan positive mind, aku pun datang ke KR Radio sendiri. Dan kau tahu apa, KR Radio memiliki kebijakan untuk lama waktu magang di sana minimal 2 bulan T.T Sedih. Gajiku sebulan bisa habis buat bayar magang. No way!

Dengan hati yang pilu, aku datang ke kelas dan bertanya-tanya pada teman-teman yang lain. Aku curi dengar kalau Titi dkk mengundurkan diri dari Metro TV biro Jogja. Katanya, mereka sudah satu bulan usai memasukkan surat magang belum dihubungi juga kapan harus mulai magang. Katanya (lagi), mereka baru mau menerima staf magang setelah proses pemilu selesai. Tak mau ambil risiko dan terus-terusan digantung, Titi dkk pun memutuskan untuk magang di sebuah radio komunitas di Terban.

Pikirku, apa aku coba saja ya masuk ke Metro TV. Toh masih ada bulan Mei dan Juni. Pemilu legislatif juga tinggal sebentar lagi. Kemarin Rabu (2/4) aku bulatkan tekad untuk mencoba bertanya ke kontak Metro TV sambil memroses surat magang. Dengan hati berdebar, sore hari usai kuliah aku datangi kantor Metro TV biro Jogja yang ada di Jl. Cendana dekat GOR Amongrogo.

Kata mbak Clara, orang Metro yang aku temui kemarin, masukkan saja surat magangnya. Nanti akan dibicarakan dulu dengan Mas Priyo, kepala biro Metro TV. Masih ribet urusan pemilu, katanya. Aku pun hanya bisa menghela napas, berharap panggilannya segera datang.

Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Baru saja aku mau menstarter motor di depan kantor, mbak Clara memanggil, “Mbak, kalau nanti malam jam 7 ke sini lagi bisa? Ada acara wayangan. Nanti bisa mulai liputan  sama kepala biro.”

WHAATTT??

Dengan muka yang nggak tahu kayak gimana, aku pun mengiyakan. Dalam hati, aku berteriak-teriak. OMAIGAT! INI SERIUS? YA ALLAH, AKU HARUS BAGAIMANA? Baru masukin coooy, udah langsung disuruh liputaan. Bahkan sampai hari ini pun aku masih tidak percaya, AKU MAGANG DI METRO TV!

Tadi malam jam 7, sama seperti yang dijanjikan, aku datang ke sana bersama temanku. Kita bertemu dengan Mas Priyo, kepala biro Metro TV. Oh oke, kita mulai liputan malam ini. Tapi sekali lagi aku terkaget-kaget. Lokasi wayangannya di Pantai Samas. Broo malem-malem broo ke pantai samas, liputan bareng Metro TV. Masuk akal ngga sih? Enggak kan? Aku juga mikir kayak gitu, tapi toh kita jalan juga :!

Untungnya, kita ke sana naik mobil Metro TV. Coba kalau naik motor, bisa gila aku di jalan. Di dalam mobil, Mas Priyo bercerita, “Kalian beruntung lho. Di Jakarta magang itu peraturannya 6 bulan. Di sini kalian bisa 1 bulan saja juga bisa. Soalnya saya buat peraturannya sendiri. Biasanya bahkan harus antri dulu, tapi untung sekarang lagi kosong. Jadi kalian bisa langsung masuk.” Ya I know, I’m sooo damn lucky. hoho

Usai satu jam perjalanan ditempuh, akhirnya sampai juga kita di lokasi. Belum kelar rasa terkagum-kagum karena aku naik mobil Metro TV, di luar ada panggung berisi seperangkat gamelan lengkap dengan wayangnya. Eng ing eng, di kanan kiri panggung ada foto caleg DPR RI dari partai Nasdem. Oh oke, Metro dan Nasdem #palmface

Yah begitulah, akhirnya kami mulai liputan. Walau agak kagok di awal karena biasanya lingkup liputanku cuma di kampus (kalo di SKM Bulaksumur), dan sekarang aku harus mulai wawancara dengan lingkup provinsi DIY, akhirnya kelar juga. Jam 10.30 kita pun sampai di kantor lagi.

“Besok kalian ke sini lagi ya. Kita reviewnya besok saja. Kasian dirimu,” ujar mas Priyo sambil menunjukku yang abis tidur di mobil. Oh oke baiklah.

Jadi, itulah unbelievable story from this lucky girl. Doakan aku sukses yaw magang di Metro TV. It’s gonna be tough!

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: