Gelapnya The Equator Man

4 Jul

Satu kata yang langsung terlintas begitu aku selesai menonton episode drama ini; gelap, suram, darkbut sweet somehow. Kalau kamu pernah menyaksikan drama Nice Guy-nya Song Joong Ki, kamu dapat merasakan ‘feeling‘ yang sama dengan yang ada di drama ini.

Segala hal yang melibatkan balas dendam tak ada yang akhirnya menyenangkan. Son Woo (Uhm Tae Woong) pun membuktikannya. Ia ingin membalas dendamnya 15 tahun lalu; saat ayah angkatnya mati dibunuh ayah sahabatnya sendiri; saat Jang Il yang selalu dibelanya malah memukul kepalanya dari belakang dan menceburkannya ke laut; saat ia harus koma beberapa tahun dan mengalami kebutaan; saat kasus ayahnya hanya dianggap bunuh diri karena melibatkan pebisnis kaya; saat ternyata orang dibalik itu semua adalah ayah kandungnya; saat orang terdekatnya tak mau jujur menjadi saksi kejadian kriminal yang menyeret Son Woo sampai ke titik nadhir…

Yah, mungkin drama kali ini bisa menunjukkan ke kita sisi terbusuk manusia. Betapa mengerikannya ketika manusia mengabaikan baik dan buruk demi ambisi diri sendiri. Betapa menyeramkannya ketika manusia menganggap nyawa orang tidak sepenting kebahagiaan orang terkasih. Betapa bahayanya ketika balas dendam menjadi motivasi seseorang…

Bagaimanapun juga, kita tak bisa menggolongkan orang di dunia ini cuma jadi dua kutub : the nice guy dan the bad guy. Terkadang orang baik bisa berubah jadi ‘iblis’, dan orang yang sangat jahat sekalipun masih memiliki sisi kemanusiaan dalam dirinya. Pasti ada turning point yang mengubah segalanya. Well, pepatah lama memang tak bisa dipungkiri; don’t judge a book by its cover. Lihat dulu daftar isinya, pendahuluannya, sedikit buka-buka sub babnya, baru paham bagaimana kesimpulannya.

Kita bisa lihat hubungan bromance yang ekstrem antara Son Woo dan Jang Il. Gila. Dari yang awalnya sahabatan deket banget, trus bisa sampai hampir bunuh-bunuhan, trus akhirnya bisa baikan lagi.

Kita juga bisa lihat bahayanya kecintaan orang tua pada anaknya yang berlebihan. Tidak hanya bisa merusak kehidupan si orang tua, tapi juga bisa merusak dan bahkan menghancurkan kehidupan si anak itu sendiri.

Kalau kamu pengen tontonan yang bermutu dengan twisting plot yang bener-bener tak tertebak, bukan drama semacam novel teenlit yang berbunga-bunga, maka drama ini cocok buat kamu.

Kalau kamu pengen liat tontonan yang menghadirkan aktor-aktor hebat yang bisa bikin emosi kamu naik turun, drama ini bisa banget jadi pilihan.

Kalau pengen tontonan yang sering menyebut-nyebut Kalimantan dan potensi tambangnya, drama ini jadi jawabannya.

Atau kalau kamu pengen liat Lee Hyun Woo jadi preman tengil yang setia kawan, dan Siwan jadi anak ambisius tak tahu terima kasih berarti kamu harus nonton The Equator Man!

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: