That Weird_Nasty_Blue_Chewy Thing

4 Oct

Suara gemeresak plastik biru itu benar-benar mengganggu hidup. Sedikit saja aku gerakkan badan, bungkusan itu ikut bergerak. Pelan sebenarnya, hanya saja telingaku tak bisa menerima iramanya. Ah nasib. Begini jadinya kalau ikut makrab (malam keakraban) tanpa bawa sleeping bag sendiri. Jadilah 20 orang bergumul dalam satu tenda ukuran 5×3. Vertikal, horizontal, sedikit diagonal, bahkan kurva. Segala posisi orang tidur campur aduk dalam kamp. Sumpek.

Sampai sekarang pun aku masih belum tahu siapa pemilik bungkusan biru itu. Kalau sampai aku tahu, aku cuma mau bilang, terima kasih.

Ingatanku masih lekat, waktu itu aku benar-benar tak bisa menoleransi lagi suara berisik dari plastik. Penasaran benar rasanya apa isi di dalam benda biru itu. Kutengok kanan-kiri, depan-belakang, memastikan semua orang sudah terlelap. Perlahan aku pun buka ikatannya.

Benda itu cair. Bukan. Lebih tepatnya mirip gel. Wujudnya bening seperti air, tapi tidak bisa pecah. Kenyal. Ha! Teksturnya mirip Nutrijell tapi warnanya biru, sebiru plastik pembungkusnya. Bayangkan saja warna biru muda seperti tutup botol air mineral Danone.

Rasa penasaranku semakin memuncak, orang macam apa yang membawa benda tak jelas seperti ini untuk acara makrab. Tanpa sadar, otakku kemudian mengutus tangan kananku untuk bergerak maju. Jari telunjukku sudah dua senti di atas benda biru itu saat rasa takut terbersit di hati. Ujung jari yang awalnya stabil mulai bergerak-gerak. Tremor. Beberapa milisekon kemudian, rasa takut itu berhasil mengambil alih kendali otak atas tangan kananku. Jari telunjukku mulai melengkung hingga akhirnya bergabung dengan jari-jari lainnya dalam kepalan tangan.

Gosh! Tubuhku benar-benar bingung harus menuruti perintah yang mana. Kepalan tangan kananku sudah mendarat kembali di pangkuan dengan cantik. Entah apa yang otakku pikirkan, tiba-tiba saja tangan kiriku meluncur masuk ke dalam gumpalan biru itu. Aku tak bisa berpikir banyak. Kejadiannya begitu cepat. Rasanya seperti ada yang menarik tangan kiriku untuk masuk lebih dalam.

Tidak! Apa yang terjadi di sini? Tenda putih tempatku bernaung mulai bergoyang bersamaan dengan manusia-manusia di dalamnya. Tangan kiriku serasa mau copot. Gumpalan biru itu seperti memijat-mijat tanganku tapi dengan kekuatan yang maha dahsyat. Kalau dalam pelajaran IPA, mungkin gerakannya mirip dengan gerak peristaltik di kerongkongan waktu menelan makanan. Ya memang seperti itu keadaannya. Aku pikir hidupku akan berakhir dimakan gumpalan biru ini. Orang-orang tak ada yang tahu ke mana aku pergi. Selamanya mungkin aku akan dianggap sebagai orang hilang. Tidaaaaak.

Otakku yang semula kalut kemudian sadar perlahan. Aku pasti bisa melawan gumpalan yang hanya sebesar bola voli ini. Kucoba tarik gumpalan itu dengan tangan kananku. Ugh. Berat. Aku pun mencoba metode lain. Bungkusan di tangan kiriku itu aku jepit dengan telapak kaki kanan dan kiri. Kugapai kaki temanku sebagai pegangan.

Wusss. Aku tercenung. Maigaat. Apa yang terjadi dengan tubuhku. Tangan kananku menembus kaki temanku itu. Fisikku jadi tembus pandang. Awan hitam seakan datang mengelilingiku. Badai kenyataan menerpaku keras. Seakan-akan realita seberat satu ton itu dilepaskan begitu saja di kepalaku. Sudah matikah aku?

Sesaat kemudian aku sadar gumpalan biru itu tak lagi memijat-mijat tangan. Aku berusaha menelan ludah. Hkk. Aku tak lagi punya ludah. Betapa terkejutnya aku saat melihat sosok fisikku yang tengah terkapar di lautan manusia dengan posisi tak wajar; telentang dengan tangan kanan menjulur ke samping seperti hendak menggapai sesuatu, kaki kanan dan kiri membentuk huruf O dengan tangan kiriku di tengah-tengah. Tak bisa membayangkan? Sudahlah tak usah dibayangkan. Pose itu benar-benar tidak umum.

Ingin sekali rasanya menghela napas, tapi sekali lagi aku ditampar kenyataan bahwa aku tak butuh oksigen. Ingin sekali rasanya menangis, tapi apa daya mataku sudah tak ada airnya lagi. Ingin rasanya berteriak, tapi pita suaraku sudah tak bisa bergetar menghasilkan nada apapun.

Ingin rasanya… Ingin rasanya… Ingin rasanya… Tapi. . . . . . .

Gumpalan benda biru yang masih saja menempel di tangan kiriku itu tiba-tiba berpendar. Sinarnya terang tapi tak menyilaukan mata. Indah sekali. Aku yang masih terduduk, entah mengapa merasa tertarik untuk keluar tenda. Tembus tentunya, tak usah sibak-sibak kain.

Ringan. Ringan sekali. Angin bertiup sepoi-sepoi. Hei! Kakiku tak lagi berpijak di tanah. Aku TERBANG. Kucoba pose ala Superman, tangan kiri di dada, sementara tangan kanan mengepal jauh ke atas. ——————————- Tak ada yang terjadi. Oke, aku hanya dibodohi film-film Hollywood sial itu. Kemudian aku ingat liputan para astronot di luar angkasa yang berenang-renang di ruang hampa udara untuk bergerak. Sedikit-sedikit aku ingat gerakan gaya bebas waktu renang. Dan wuuuuuusss.

I, literally, FLY. Jauh. Jauh. Semakin jauh dari tanah. Kanan. Kiri. Bebas sekali rasanya. Saat ada pohon di depan, brrrr, aku tembus! Yay! Nikmat sekali rasanya bisa menjadi penjelajah udara. Waktu itu, lagu GD & TOP seakan bergema di telinga, “High high. I’m so high. Fly. Fly. Touch the sky!

Lagu itu terus bergema di telinga

Tubuhku pun terus mengikuti irama

Redup

Abu-abu

Makin gelap

Semua berkabut

Hitam

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

___________________________

Saat kubuka mata yang kulihat banyak muka orang memenuhi pandanganku. Wajah-wajah itu berkerut semua. Kelopak ini berat sekali rasanya. Saat kucoba angkat lagi kelopak mata ini, wajah-wajah itu seperti berdesah lega. Kudengar beberapa orang berteriak, “Udah sadar wooy!” “Alhamdulillaaaah” “Gotong masuk sih. Kasihan!”…

Entahlah. Puluhan versi cerita merebak hari itu. Yang jelas, keberadaanku di atas pohon saja sudah membuat geger dunia, apalagi dalam keadaan tak sadar.

Absurd.

Memang.

Jangan percaya.

Well,Β nobody ask you to.

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: