Kuningan Penuh Kenangan <3

16 Sep

This slideshow requires JavaScript.

Alhamdulillah, bersama 15 orang tim tari Rampoe IMABA UGM, akhirnya bisa juga jalan-jalan di Kuningan, Jawa Barat. Kebetulan, mbaknya Neng Ana nikah, dan kita didapuk menjadi pengisi acara. Yay!

Hari Jumat malam (7/9) kira-kira jam 8, kita diangkut dengan dua mobil apv yang sudah disewa oleh yang punya hajat. Lumayan mpet-mpetan lah ya di dalem mobil. Tapi hal itu tentu tak menjadi penghalang bagi kita untuk memimpikan tempat-tempat indah di Kuningan yang dijanjikan oleh Neng Ana. Daaan, wuush~ sampailah kita di kota sirup Tjampolay pas adzan Subuh. Karena kita tamu yang spesial, kita pun diletakkan di rumah sewaan tak jauh dari rumah Neng Ana. Jadilah kita tertidur sampai jam 9 pagi saking lelahnya perjalanan.

Tak dinyana, rupanya air di rumah itu mati! Ckckck, benar-benar tak bisa diajak kompromi. Rencana keliling kota yang semula dijadwalkan usai shalat dhuhur pun diundur. Pada belom maandiii sih -..- Bagai menentukan formasi tarian, akhirnya kita membagi diri jadi tiga: ada yang mandi di rumah Neng Ana, ada yang di kamar mandi mushola dekat rumah, ada pula yang mandi di rumah sewaan seraya menunggu aliran air dari keran tetangga sebelah.

Sore harinya, kita pun memulai lil’ trip di Kuningan. First destination: wisata kuliner Rujak Bebek. Bukan bebek temennya ayam lho, tapi bebek dengan e seperti pada kata Selasa, dibejek-bejek gitu lho. Dari sini aku baru tahu kalau jambu biji merah dan gedhang kluthuk bisa dijadikan rujak! Ehehe. Dekat dari amang-amang penjual rujak, kita berjalan ke taman kota Kuningan. Lumayanlah buat dijadikan objek foto kenarsisan kita.

Tak hanya itu, kita dengan GILA nya bermain petak jongkok. Lari-lari dan guling-guling di tengah jalan. Haha. Sore itu otot-otot perutku benar-benar jadi kencang akibat tawa yang tak henti-henti! Saking asyiknya permainan, kita benar-benar masa bodoh dengan ratusan pasang mata yang menatap heran. Jos!

Perjalanan wisata tak berhenti sampai situ. Aa’ nya Neng Ana tiba-tiba muncul dengan 2 mobil; siap membawa rombongan eneng-eneng geulis nan gila ini ke kaki gunung Ciremai. Tepatnya di bumi perkemahan Palutungan. Wuih, dingin boo’. Tapi pemandangannya keren, berasa kayak Bukit Bintang di Gunung Kidul. Sayangnya kita ke sana malam hari. Kalau matahari masih muncul, besar kemungkinan kita diajak juga ke Curug Putri~

Seraya menanti 3 orang lain yang baru dijemput di taman kota, dolanan cah cilik strikes baack! Kali ini kita main A B C Lima Dasar. Kita main tebak-tebakan iklan dengan huruf awal yang ditentukan dari jumlah jari yang kita tunjukkan. Orang yang tidak bisa menyebutkan nama produk yang sesuai, harus dicoreng wajahnya dengan bedak bayi yang kebetulan dibawa. Lagi-lagi, perutku berasa hampir kram.hehe

Okeh. Pokoknya hari itu jiwa kekanak-kanakanku muncul ke permukaan. Thanks to mbak Jeanie, sinta, dian ayu, and icha for those superb moments!

Saking senengnya hari itu, kita semua pun bertekad agar menampilkan the best performance in the next very day. 

Yay! sedikit bukti kali ya kalo kita beneran tampil di Kuningan. Di mesjid Syi’arul Islam Kuningan.

One Response to “Kuningan Penuh Kenangan <3”

Trackbacks/Pingbacks

  1. Warkop jadi inspirasi film ‘Make Money’ | bijak.net - 18 September 2012

    […] Trip Dieng #1. sunrise di bukit cikunirKuningan Penuh Kenangan❤ […]

    Like

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: