Intolerankah?

28 May

Ketua ad-interim Komisi Independen Hak Asasi Manusia (HAM) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Siti Ruhaini Dzuhayatin, menyatakan pelarangan Lady Gaga dengan ancaman kekerasan merupakan salah satu contoh semakin berkembangnya intoleransi di Indonesia.“Sebagai warga negara di negara yang pluralis dan demokratis, seharusnya kita harus terbuka dengan kebebasan berekspresi orang lain,” kata Ruhaini saat dihubungi Selasa, 22 Mei 2012.

Gambar diambil http://static.guim.co.uk/sys-images/Guardian/Pix/pictures/2011/2/11/1297449002310/lady-gaga-007.jpg

Begitulah kutipan yang saya baca di situs Tempo.co  Senin pagi ini, 28 Mei 2012. Jujur, saya kurang setuju dengan pemahaman toleransi yang diangkat oleh Ruhaini. Maaf ya Bu, tapi tolong jangan mengatasnamakan toleransi untuk kasus penolakan konser Lady Gaga ini. Bersikap toleran, bukan berarti harus membolehkan budaya dari luar masuk begitu saja, dan ditelan secara mentah-mentah. Bagi orang yang taraf pendidikannya sudah tinggi, mungkin bisa memfilter mana yang baik dan mana yang buruk. Tapi di Indonesia, belum semua masyarakat sudah ‘dewasa’ dalam hal ini.

Jangan dipukul rata kalau bangsa Indonesia menjadi semakin intoleran hanya karena penolakan satu artis ini. Banyak lho artis luar lain yang konser di Indonesia dan baik-baik aja tuh. Konser Lady Gaga ini dikhawatirkan dapat merusak akidah masyarakat tanpa sadar. Ya pikir-pikir dululah. Kita ini bangsa yang landasannya agama. Sila pertama Pancasila aja menunjukkan kita bangsa agamis, “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Aku emang nggak begitu concern sama lagu-lagu Lady Gaga. Yaa cuma cukup tau aja. Tapi aku beneran kaget waktu iseng2 nyari lirik ‘You and I’ nya Lady Gaga. Ada lirik kayak gini

There’s only three men that I’ma serve my whole live / it’s my daddy Nebraska and J*s** C*****

Bukan bermaksud menyinggung orang non, tapi saya sebagai orang Muslim, tentu nggak boleh dong bilang kayak gini. Jangan-jangan tanpa sadar udah murtad lagi. Naudzubillaah. Mungkin aja kan ada orang yang dengan enak ndengerin lagu ini, niruin liriknya, tanpa tau artinya. Ya kan?

Ingat, ketika kita toleran pada pandangan orang lain, jangan sampai prinsip kita ikut berubah. Bentengi diri itu perlu. Bersikap hati-hati itu harus. Bersikap toleran bukan berarti harus memperbolehkan pendirian orang lain mempengaruhi kita. Menghargai iya. Tapi apakah tidak mengijinkan konser dibilang tidak menghargai? Toh lagu-lagu Lady Gaga tetap boleh diputar di radio dan TV tanpa ada sensor seperti di China. Jadi, saya mohon jangan langsung nge-judge bangsa Indonesia kurang toleransi yaa.

3 Responses to “Intolerankah?”

  1. Anonymous 11 November 2012 at 16:57 #

    Betul dakwahi mereka tanpa kekerasan….karena mungkin saja jika mereka bertaubat dan justru menjadi para dermawan yang akan bersedekah,,,,,atau para pahlawan dan bahkan para ualma

    Like

  2. Yedi 9 July 2012 at 16:22 #

    Bagaimana pendapat anda tentang Ahmadiyah yang dianggap telah menghina Islam, seperti adanya fatwa MUI? Apakah umat Islam salah bila mengajak Ahmadiyah untuk kembali kepada Islam, bahkan dengan menggunakan kekerasan seperti di Cikuesik Banten?

    Like

    • nirmalafauzia 9 July 2012 at 19:57 #

      @Yedi: Mm.. saya jawab ya sesuai pandangan saya..
      Menurut saya, Ahmadiyah memang bukan Islam. Rukun Islam yang pertama saja syahadat, bahwa kita mengimani Allah, dan Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir dalam Islam. Kalo mereka tidak mengakui Nabi Muhammad, udah otomatis bukan Islam kan mereka. Jadi ya saya setuju dengan fatwa MUI yang menyebut Ahmadiyah menghina Islam. Janganlah ya mendompleng nama agama Islam, padahal kan ajarannya sangat menyimpang. Nah, untuk menyikapi golongan Ahmadiyah ini, coba kita kembali lagi ke pedoman Islam yakni al-Quran. Dalam QS. Yusuf:108, ada perintah bagi umat Muslim untuk mengajak orang non untuk masuk Islam. Bisa dibilang, hukumnya wajib. Kemudian, dalam QS. al-Baqarah:256, disebutkan bahwa “Tiada paksaan dalam agama (Islam)”. Jadi, bisa disimpulkan bahwa kita memang HARUS mengajak orang-orang Ahmadiyah untuk kembali ke ajaran Islam yang sebenarnya, tapi TIDAK dengan cara KEKERASAN. Dengan menggunakan kekerasan, artinya kita memaksa mereka kan? Padahal masih banyak cara lain di samping kekerasan lho, kalo kita mau benar-benar berusaha. Ya kan? Islam itu agama rahmatan lil ‘alamin. Kalau mau pakai cara kekerasan, jangan atas namakan Islam ya.. Sekian🙂

      Like

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: