Political Branding dan Public Relation #BedahBuku

28 Oct

Pada hari Rabu, 26 Oktober 2011, yang lalu Korps Mahasiswa Komunikasi (Komako) UGM mengadakan acara bedah buku Political Branding dan Public Relation. Langsung bersama penulisnya, Bpk. Silih Agung Wasesa, salah satu dosen di Jurusan Ilmu Komunikasi, Mas Syafrizal juga menyampaikan pendapatnya mengenai buku tersebut. Bedah buku ini berlangsung dari pukul 14.30 hingga pukul 16.00 WIB di ruang 12 Gedung Fisipol UGM. Dalam buku yang ditulis oleh salah satu dosen di London School of Public Relation ini, ditawarkan politik yang cerdas dan bersih, serta kampanye politik yang lebih sehat dan etis.

Di awal presentasinya, Pak Silih memberi perbandingan antara political branding dengan commercial branding. Jika misalnya partai Golkar dan perusahaan Unilever sama-sama mengadakan seminar, sudah bisa ditebak yang lebih ramai pengunjungnya adalah stand Unilever. Mengapa ini bisa terjadi? Mungkin saja karena rakyat sudah mulai apatis dengan para politisi yang suka bermain politik uang.

Menurut Pak Silih, kampanye politik di Indonesia sangatlah boros. Untuk total biaya kampanye bupati seluruh wilayah Indonesia misalnya, dana yang dikeluarkan bisa mencapai 7,44 hingga 9,6 triliun! Bayangkan apa yang bisa diperbuat untuk memperbaiki bangsa ini dengan jumlah uang yang segunung itu. Jumlah biaya yang begitu tinggi ini semakin memicu tindak korupsi terjadi di kalangan pejabat. Bila dihitung-hitung, semisal biaya kampanye seorang bupati 5 milyar. Lama jabatan 5 tahun. Mau tak mau, si bupati ini harus bisa ‘balik modal’ dalam waktu 5 tahun itu. Padahal gaji sekitar 6 juta tiap bulannya. Lantas, dari mana ia harus menutupi hutang-hutangnya??Β  Tak heran maka jika sempat heboh beberapa waktu lalu, ada calon bupati yang gila gara-gara gagal lolos menjadi bupati. Ckckck.

“Ketika uang yang dihabiskan banyak waktu kampanye, orang cenderung lebih mudah untuk korupsi. Meskipun tidak selalu,” ujar Mas Syafrizal.

Sayang sekali, kampanye yang dilakukan para politisi masih belum smart. Dari data yang ditunjukkan Pak Silih, 73% dana kampanye mengalir ke dunia advertising di media massa. Dan hanya 2,6% nya digunakan untuk membayar jasa PR (public relation). Padahal coba kita lihat Presiden AS termuda, Barack Obama yang dengan sukses berkampanye menggunakan jasa PR. Jejaring-jejaring sosial dimanfaatkannya. Dan hasilnya, ia berhasil menjadi presiden AS pertama yang berkulit hitam.

Untuk membuat kampanye yang bagus, setidaknya ada tiga hal yang harus diperhatikan. Oleh Pak Silih disebut dengan QUTE message:

Quick >> pesan disampaikan dengan cepat, tidak bertele-tele

Timely >> tahapan pesan harus jelas

Elegant >> ‘iklan’ harus dikemas secara apik, sehingga audiens tidak merasa ‘geli’ ketika melihat iklan tersebut.

Memang, untuk menarik masyarakat diperlukan riset terlebih dahulu. Seperti apakah social capital yang ada di masyarakat. Orang macam apa yang diidolakan masyarakat untuk menjadi pemimpin mereka.

Selain itu kunci-kunci penting yang harus dilakukan bagi politisi dalam proses penciptaan political branding yang baik antara lain:

Knowing where to play. Sadar diri. Sadar tempat.

A simple message. Pesannya sederhana tapi mengena dan tidak klise. (Isu kesehatan dan kesejahteraan akan ditingkatkan sudah sangat basi untuk dikampanyekan!)

Speak to the heart. Dekati masyarakat lewat hati. Dengan ikhlas.

Your brand everywhere. Bukan berarti harus ada baliho di mana-mana. Namun cukup sifat-sifat baik saja (yang konkret tentunya) yang beredar di masyarakat.

No small change.

Be prepared to win.

Acara bedah buku pun berakhir. Meski hanya berlangsung singkat, namun tetap saja meninggalkan kesan yang mendalam pada pesertanya. Bagaimanapun juga, acara bedah buku ini telah membuka mata peserta lebih lebar untuk melihat kenyataan-kenyataan kampanye politik yang tidak sehat di luar sana.

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: