Lagi-Lagi Urusan Perut, nih…

25 Jan

Masa transisi memanglah masa-masa yang menyulitkan. Lihat saja sewaktu musim pancaroba–masa transisi musim–ada banyak orang yang sakit. Entah sakit flu atau demam. Atau mungkin juga saat masa pergantian pemimpin. Pada waktu vacuum of power ini bisa banyak hal yang terjadi, baik yang diinginkan maupun yang sangat dihindari untuk terjadi. Begitu pula keadaan kantin di sekolahku. Sudah dua tahun pengelola kantin dipilih melalui sistem lelang tender. Perjanjian kontraknya 1 tahun lamanya. Nah, pengelola kantin untuk tahun 2010–kita sebut saja–PT. V akan segera mengakhiri kontraknya pada tanggal 27 Januari 2011 besok.

Sayangnya, masakan yang biasanya cukup lezat dan porsinya banyak ini, tiba-tiba mengalami penurunan yang sangat drastis sejak tahun 2011 dimulai. Pernah, sarapan pagi hanya menggunakan sepotong tahu kecap dan satu buah kerupuk. Itu pun dijatah. Belum lagi makan malamnya berlaukkan fillet ikan yang ukurannya mungkin hanya 5x3x1. Jatah suplemen makanan yang biasanya cukup menjadi ganjalan perut usai shalat Ashar pun ditiadakan dalam seminggu terakhir ini. Ckckckck… inilah yang mengundang banyak keluhan dari siswa terutama dari siswa kelas XII. Banyak dari mereka yang langsung keluar dari kantin begitu melihat lauknya dan lebih memilih untuk memesan makanan melalui jasa delivery dari rumah-rumah makan yang dekat dengan sekolah.

Saya, sebagai salah satu konsumen di kantin, juga merasakan hal yang serupa. Tapi, saya mencoba untuk maklum. Di akhir tender yang hanya bersisa hitungan hari ini, saya pikir mungkin pihak pimpinan kantin merasa cukup dengan stok bahan makanan yang ada. Mungkin jika harus belanja lagi, pihak kantin akan menderita kerugian.

Kalau kata saya, nikmati sajalah. Toh kita masih bisa hidup dari makanan yang ada. Kalau mau tambah, bisalah kita beli di luar kantin. Tapi tidak sering-sering juga. Bayangkan saja kalau tiap makan kita harus delivery, ‘kan repot juga. Daripada untuk membeli makanan, lebih baik saya tabung saja untuk beli barang-barang lainnya, bisa buku, baju, aksesori-aksesori lain yang tak habis sekali pakai. Atau mungkin kita infakkan saja, bantu biaya pembuatan buku tahunan angkatan. Menurut saya itu lebih baik. Setuju??

One Response to “Lagi-Lagi Urusan Perut, nih…”

  1. 2903vn 28 January 2011 at 11:26 #

    perut mulu yang diurusin!!!
    Dasar gendut!!! ;p

    Like

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: