SBY, 2 meters only in front of me!!!

25 May

Nggak tau aku harus sedih ato bahagia.

Hari ini, Selasa, 25 Mei 2010, dr. Hj. Hasri Ainun Besari Habibie dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Dan karena Ibu Ainun telah sangat berjasa memberi nama ‘Insan Cendekia’ pada sekolah kami, IC pun diundang ke sana.

Wah, bareng Urfa, Sandra, Icha Raiza, Nisa Karima, Alfa, Fauzan, Yofie, Diyar, Ical, juga Pak Mubin, Pak Sholeh, serta 2 alumni IC (IAIC) kita berangkat melayat.

Beneran deh, rame banget. Penuh sesak. Panas. Gerah. Lebih dari 500 orang kali ya yang datang.
Pokoknya, di pintu masuk pemakaman tuh kita dicek kayak pengamanan di bandara.

Oya, wartawan ada banyak banget di sana. trans tv, metro tv, tvone, hingga rri pun ada. Orang-orang besar banyak yang hadir: Akbar Tandjung, Suryadharma Ali, Quraish Syihab, Andi Malarangeng, Jusuf Kalla, Mahfud MD, M. Nuh, Taufik Kiemas, dan maaasih banyaaak lagi orang-orang besar yang datang.

Jelas, Pak Susilo Bambang Yudhoyono yang menjadi Inspektur Upacara di pemakaman isteri Presiden RI yang ke-3. Tapi, waktu beliau membacakan apel persada, entah mengapa beliau salah mengucap tanggal yang seharusnya 25 Mei menjadi 20 Mei. Hahaha.. kaget. Aku kira aku salah denger tapi emang beneran salah…

Aku baru pertama kali liat secara langsung pemakaman secara militer kayak gitu, yang ada tembakan penghormatannya, ada iringan marching band dari tentara, keren deh pokoknya.

Oya, Pak Habibie tuh keliatan banget sedihnya. Mukanya merah, kepanasan kali ya.. tapi emang kelihatan sedihnya kok. Kasihan, Pak Habibie kalau jalan harus dipapah sama dua orang..

Apalagi waktu jalan pulang setelah pemakaman, aku kan berdiri di pinggir red carpetnya–beneran lho ada red carpet membentang dari jalan depan sampai ke depan liang lahatnya–Pak Habibie tuh nangis terus merah mukanya, keringetan, sedih banget deh mukanya..

Ibu Ainun Habibie(Alm) meninggal dunia di RS Munich, Jerman pukul 17.30 waktu Jerman, atau kira2 jam 22.30 WIB, pada hari Minggu, 22 Mei 2010. Ternyata beliau telah dirawat sejak bulan Maret, udah 1,5 bulan menjalani 12 operasi untuk menyembuhkan penyakitnya. Namun sayang, Allah memilih untuk memanggil beliau. Dan, FYI, Pak Habibie selalu mendampingi isterinya. Mulai dari sakit, hingga di mobil jenazah di indonesia. Setia banget ya..

Yah, kita hanya bisa berdoa semoga amalnya di dunia diterima oleh Allah swt. … Amiiin…

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: