Selintas Otak #

20 Apr

Hmm.. meskipun sudah berlalu sekian hari, tapi tetep aja aku kepikiran. Dalam pemahamanku, yang namanya story telling itu adalah sebuah seni tentang bagaimana seseorang mengisahkan suatu cerita dengan gayanya sendiri. Bidang ini tuh punya ciri khasnya sendiri. Kalo speech kita butuh meyakinkan orang dengan pilihan kata yang pas, yang dilengkapi dengan data-data yang tepat dengan pembawaan yang formal. Lain lagi kalo debate, kita meyakinkan orang tentang opini kita dengan menyangkal apa pernyataan orang tentang suatu hal disertai dengan data yang mendukung pula.

Beda sama story telling, bidang ini tuh khusus buat orang-orang yang ingin improve kemampuan dia dalam bahasa inggris untuk meyakinkan orang, membuat orang lain mengerti tentang cerita yang dia bawakan. Seorang story teller yang baik tuh bisa merubah-rubah suaranya, mengganti mimiknya sekedipan mata, juga memiliki gesture yang tepat biar orang lain bisa dengan mudah memahami cerita yang dia bawain.

Dia juga punya kekreatifan yang tinggi biar bisa menarik orang dengan properti yang dia punya, trus punya spontanitas yang baik biar bisa nge-handle peristiwa apa yang mungkin muncul waktu dia tampil, semisal antusiasme penonton, masalah dengan properti dia, tanggapan penonton, atau mungkin kalau lagi lupa jalan cerita, semua itu butuh keahlian yang beda 180 derajat sama bidang-bidang lain.

Maka dari itu aku heran banget ama lomba yang kemarin barusan aku ikutin. Dari hasil yang aku amati, peserta yang lolos ke babak berikutnya itu adalah peserta yang menyertakan data yang paling lengkap dalam performance dia. Emang sih kalau dilihat dari kriteria penilaiannya itu 55% itu dari matter. Tapi, nggak segitunya juga kali. Masa’ ada peserta yang bisa dibilang ‘membosankan’ penampilannya, bisa lolos ke babak final cuma gara-gara dia mencantumkan tahun-tahun terjadinya peristiwa tersebut.

Beneran deh, aku heran banget. Kalau semisal panitia mau cari orang yang paling lengkap datanya, kenapa mereka nggak bikin lomba speech aja? Toh yang dicari ‘makin lengkap data biografinya makin bagus nilainya’ kan? Bukan dari segi penampilannya? Paling kalau dari finalis yang kemarin itu bedanya ama finalis speech tuh ya palingan finalis stortel nya bawa gambar-gambar pendukung, trus mereka jalan-jalan dikit ama nunjukin sedikit ekspresi. Hahah. Gelo abis.

Yah, mungkin beberapa dari lo yang ngebaca postingan ini nggak setuju. Aku nggak ngelarang kok kalo kalian nggak suka. But this is what’s truly inside my head now.

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: