Ya ampun..
Aku tak percaya dengan apa yang aku lihat. Di kegelapan tempat parkir basement gedung Fisipol, aku melihat sesosok hitam berdiam diri dekat sebuah motor. Awalnya aku mengira sosok itu adalah satpam yang sedang memeriksa keamanan motor-motor mahasiswa. Namun benda-benda yang melekat di badan orang itu terlalu aneh untuk dikenakan untuk seorang staf keamanan.
Kacamatanya hitam pekat. Ada sebuah slayer putih menutupi separuh bagian wajahnya. Ditambah lagi ada helm besar menempel dengan angkuh di kepala orang itu. Dan yang membuat tubuhku semakin gemetar, orang itu membawa tas hitam yang cukup besar.
Brr… Berbagai pikiran liar berkelebatan di benakku. Jangan-jangan ada satu benda di dalamnya yang berdetak-detak teratur, menunggu perintah dari pemegang kendali untuk meledak! Apalagi berita pengeboman terakhir terjadi di Solo. Sedangkan sebelumnya ada di Cirebon. Pergerakan mereka semakin ke timur…
Aku tak bisa membayangan apa yang akan aku lakukan selanjutnya–atau apa yang bakal orang itu lakukan–jika saja temanku tidak menarik tanganku untuk bersegera. Fiuh… tanpa basa-basi aku pun langsung naik tangga ke atas demi melihat sinar matahari. Berusaha meninggalkan bayangan gelap itu tetap di basement.
Sambil melangkah, dalam hati aku berharap, jangan sampai foto gedung Fisipol yang masih baru ini terpampang di headline koran-koran nasional esok hari…




Hehehehe